Gambaran Umum Kabupaten Banggai Kepulauan


Banggai Kepulauan
Kebijakan Pembangunan Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan
Kabupaten Banggai Kepulauan dipimpin oleh Bupati Irianto Malingo, SE.,MM. (2006-2011) mempunyai Visi ” Mewujudkan Kabupaten Banggai Kepulauan yang terintegrasi untuk meningkatkan Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat secara merata dengan bertumpu pada Ekonomi Kerakyatan”.
Dalam mencapai Visi tersebut, Kabupaten Banggai Kepulauan mempunyai Misi sebagai berikut:




1. Menyediakan dan memelihara serta meningkatkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai.
2. Menyediakan dan memelihara serta meningkatkan sarana dan prasarana air bersih untuk pemenuhan ketersediaan air bersih yang cukup.
3. Menyediakan dan memelihara serta meningkatkan sarana dan prasarana listrik yang memadai.
4. Menyediakan dan memelihara serta meningkatkan sarana dan prasarana sistem komunikasi dan informasi.
5. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.
6. Meningkatkan kapasitas pelayanan publik dan optimalisasi pemberdayaan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Gambaran Umum Kabupaten Banggai Kepulauan
Luas wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan adalah 3.214,46 km2 dan luas wilayah laut 18.828,10 km2 atau enam kali lipat dari luas daratan. Secara admistratif hingga tahun 2009 Kabupaten Banggai Kepulauan terbagi atas 19 kecamatan , 187 desa serta 6 kelurahan. Sebagai wilayah maritim Kabupaten Banggai Kepulauan terdiri dari 5

pulau sedang dan 319 pulau kecil. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 oleh BPS, jumlah penduduk Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2010 mencapai 171.685 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 86.909 jiwa dan perempuan sebanyak 84.776 jiwa dengan sex rasio 103. Tingkat kepadatan penduduk mencapai 49 jiwa/Km2. Kabupaten Banggai Kepulauan dipengaruhi oleh dua musim secara tetap, yaitu musim hujan dan musim kering. Puncak musim hujan terjadi pada bulan Maret yang ditandai dengan curah hujan dan jumlah hari hujan dengan jumlah curah hujan antara 66-235 mm; selain itu ada musim panas, walaupun masih terdapat sedikit hujan yaitu pada bulan September sampai dengan bulan Nopember dengan jumlah hari hujan antara 14-23 hari. Keadaan suhu berdasarkan data dari stasiun metereologi Bubung Luwuk, menunjukan bahwa suhu udara rata – rata antara 160 C – 28,90 C. Kelembaban udara rata-rata 76-83, curah hujan pertahun 2000 mm – 2330 mm dengan kecepatan angin berkisar antara 3-6 knot.

Kondisi Sosial Kabupaten Banggai Kepulauan

Upaya-upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat telah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Banggai Kepulauan antara lain dengan melakukan penyuluhan kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, posyandu, pos obat desa dan penyediaan sarana air bersih. Pada Tahun 2009 jumlah Rumah Sakit sebanyak 1 unit, Puskesmas 15 unit, Puskesmas Pembantu 67 unit, Puskesmas Keliling 64 dan Posyandu 245 unit. Dari segi tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan, tahun 2009 terdapat Dokter Umum 29 Orang, Dokter Gigi 3 Orang, Perawat 183 Orang, Bidan 41 Orang, Apoteker dan Farmasi 10 Orang serta Sanitarian 19 Orang.
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat, pendidikan merupakan hal yang mutlak di perlukan. Untuk mendukung hal tersebut ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sangat dibutuhkan. Adapun jumlah sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan adalah sebagai berikut:
- Jumlah TK 57 unit, guru 120 orang dan siswa 2.334 orang.
- Jumlah SD 229 unit, guru 2.610 orang dan siswa 14.881 orang.
- Jumlah SLTP 141 unit, guru 592 orang dan siswa 14.772 orang.
- Jumlah SMU /SMK 23 unit, guru 298 orang dan siswa 9.790 orang.
Di Kabupaten Banggai Kepulauan angka buta huruf dan tidak tamat SD usia 10 tahun keatas, secara perlahan dapat diturunkan dari 29.862 jiwa pada tahun 2002 menjadi 29.030 jiwa pada tahun 2006, atau turun rata-rata sebesar 20% per tahun. Sehingga pada tahun 2011 angka buta huruf dan tidak tamat SD turun sampai 60 %.

Potensi Daerah

Beberapa jenis tanaman pangan yang telah dikembangkan di Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu Padi, Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Tomat, Kacang Tanah, Kacang Kedele dan Kacang Hijau. Kacang Tanah di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan komoditi yang cukup potensial dan memiliki produktifitas yang tinggi mencapai 28,48 Kw/Ha. Potensi luas panen yang telah diusahakan oleh masyarakat secara tradisional adalah 190 Ha dengan produksi mencapai 5.412 ton/tahun.
Kabupaten Banggai Kepulauan juga memiliki komoditi unggulan dibidang perkebunan misalnya Kelapa, Kelapa Sawit, Kakao, Jambu Mete dan Karet. Pada tahun 2009 komoditas yang paling banyak dihasilkan adalah kelapa sebesar 28.532 ton dengan luas areal tanam 27.082 Ha, produksi Kelapa Sawit mencapai 19.671 ton dengan luas areal tanam 8.709 Ha, produksi Kakao mencapai 8.490 ton dengan luas areal tanam 7.497 Ha, produksi Jambu Mete mencapai 2.063 ton dengan luas areal tanam 10.735 Ha dan produksi Karet mencapai 456 ton dengan luas areal tanam 538 Ha.

Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki areal hutan seluas 158.669 Ha, yang terdiri dari hutan lindung 51.336 Ha, hutan produksi biasa tetap 38.291 Ha, hutan produksi terbatas 49.691 Ha dan hutan yang dapat dikonversi 19.351 Ha. Ada empat jenis kayu yang dihasilkan di Hutan Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu kayu rimba logs, kayu gergajian, rotan, dan kayu bakar. Kontribusi sub sektor kehutanan terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Banggai Kepulauan mencapai 5,73 persen.

Peternakan di Kabupaten Banggai Kepulauan sangat potensial karena ditunjang oleh hamparan padang rumput/alang-alang. Terdapat luasan hamparan sebesar 5.500 hektar yang tersebar di seluruh kecamatan. Populasi ternak yang terbesar di Kabupaten Banggai Kepulauan adalah sapi dan kambing. Pada tahun 2009, ternak sapi populasinya mencapai 15.090 ekor, ternak kuda dengan populasi 386 ekor, ternak kambing dengan populasi 62.285 ekor dan ternak babi dengan populasi 26.545. Sedangkan ternak ayam kampung, pada tahun 2009 populasinya mencapai 571.174 ekor dengan produksi telur sebesar 342,7 ton, populasi ayam pedaging 5.000 ekor, populasi ayam ras petelur sebanyak 7.500 ekor dengan produksi sebesar 84,46 ton dan populasi ternak itik 20.991 ekor dengan produksi telur sebesar 158,88 ton.

Pada tahun 2009 produksi perikanan tangkap laut dan umum mencapai 20.998,47 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 81.832.000.000,- dan produksi perikanan budidaya laut mencapai 278.324,7 ton dengan nilai produksi Rp. 697.330.000.000,-. Budidaya rumput laut yang tersebar cukup luas di sepanjang wilayah pesisir, yaitu ± 400.000 Ha, namun lahan yang cocok untuk budidaya rumput laut hanya ± 1 % yang saat ini yang dimanfaatkan atau hanya 3.849 Ha.
Produksi rumput laut kering Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun 2008 mencapai 14.000 ton atau rata-rata sekitar 3 ton/Ha, dan untuk Tahun 2009 produksi mencapai 278.324,70 ton. Tataniaga rumput laut mulai dari nelayan atau hasil budidaya, pengumpul pertama sampai dengan eksportir telah memiliki jaringan yang memudahkan untuk pemasaran dengan pasar komoditi meliputi Luwuk, Makassar dan Kendari. Dan diharapkan pula ada investor yang akan membangun Pabrik Pengolahan Rumput Laut (PPRL) di Kab. Banggai Kepulauan agar harga menjadi lebih baik.
Sesuai dengan kondisi alam, pembudidayaan mutiara merupakan kegiatan yang sudah diusahakan oleh beberapa pengusaha ataupun perorangan dengan luasan mencapai 35 Ha. Tingkat produksi kerang mutiara 375 ton/tahun atau mencapai jumlah 11.395 butir/tahun dengan pasar ekspor mencapai nilai Rp. 13.675.000.000,-

Pengembangan komoditi ekspor ini dapat menjadi Ikon Sulawesi Tengah dan sangat potensial dikembangkan karena memiliki nilai jual yang tinggi dan didukung oleh luas perairan mencapai 18.828,10 km2 dan panjang garis pantai ± 1.203 km.
Wilayah Komoditas meliputi Kecamatan Peling Tengah (Tolulos), Kecamatan Liang (Binuntuli), Kecamatan Tinangkung (Pulau Banyak), Kecamatan Tinangkung Selatan (Bobu), Kecamatan Banggai Selatan (Tolokibit), Kecamatan Bokan Kepulauan (Panapat). Terdapat beberapa wilayah lain yang sedang dikembangkan yaitu Kecamatan Banggai, Kecamatan Banggai Utara dan Kecamatan Bangkurung.

Hasil kajian yang dilakukan pada daerah tertentu memiliki kandungan batuan yang bernilai ekonomi dan berpotensi untuk di tambang. Dari hasil studi inventarisasi bahan galian terdapat beberapa jenis yang sangat potensial yang terdapat di beberapa kecamatan antara lain batu gamping di Kecamatan Banggai, Tonikum, Tinakung, Bulagi dan Buko. Batu apung di Bulagi, pasir kuarsa di Banggai Pantai, pasir silkat di Kecamatan Banggai, gips di Kecamatan banggai, semen di Kecamatan Buko, granit di Kecamatan Banggai, Bukagi dan Buko, sirtu di Kabupaten Tinakum dan Buko, pasir Pantai di Kecamatan Tinakung, Tanah Lempung di Kecamatan Banggai, Totikum, Tiangkung, Liang, Mika di Kecamatan Banggai dan Liang.

(Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Social Icons

Delicious LinkedIn Facebook Twitter RSS Feed
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Featured Posts